Image

Lepas Peserta Jamnas 2026, Suraidah Harap Delegasi Sulbar Tampil Maksimal 

Kwarda Pramuka Sulawesi Barat

Lepas Peserta Jamnas 2026, Suraidah Harap Delegasi Sulbar Tampil Maksimal 

MARAYA.NEWS,- Agenda Jambore Nasional (Jamnas) bukan sekadar agenda rutin Pramuka. Menjadi wadah perjumpaan besar Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, peserta yang diberangkatkan tidak hanya membawa nama pribadi maupun gugus depan.

"Selain membawa nama pribadi atau gugus depan, juga membawa nama Sulawesi Barat. Sehingga keberangkatan ini harus dimaknai sebagai sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab," papar Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi saat melepas peserta Jamnas Kwartir Cabang (Kwarcab) Mamuju, pada Senin (10/08/2026).

 Ketua Kwarda Pramuka Sulbar, St. Suraidah Suhardi

Dia juga meminta para peserta tidak sekadar menjadi peserta yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jamnas. Suraidah mendorong peserta untuk tampil sebagai duta daerah di tengah ribuan Pramuka dari berbagai wilayah Indonesia.

"Jangan hanya menjadi orang yang hadir di Jamnas, tetapi jadilah duta daerah," pesannya dalam momen pelepasan di Aula Kantor Bupati Mamuju yang dirangkaikan dengan penganugerahan tanda Pramuka Garuda.

Dijelaskan, Sulbar mungkin tidak besar dari sisi jumlah peserta, tetapi harus mampu menunjukkan kekuatan karakter, persaudaraan dan karya. Pada Jamnas XII tahun ini, Kwarda Sulbar menurunkan 256 orang sebagai delegasi dengan formasi 210 orang sebagai peserta, 8 orang Pimpinan Kontingen Daerah, 12 orang Pimpinan Kontingen Cabang dan 26 Pembina Pendamping.

LABORATORIUM
KEPEMIMPINAN
Lebih jauh, Suraidah menyebut Jamnas sebagai laboratorium kepemimpinan bagi para peserta. Bertemu dengan peserta yang memiliki latar belakang budaya, bahasa dan karakter berbeda. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar beradaptasi.

"Bagaimana berkomunikasi dengan orang baru, bagaimana bekerja dalam kelompok, bagaimana menghargai perbedaan, bagaimana mengambil keputusan, bagaimana menyelesaikan masalah, bagaimana menjadi pemimpin sekaligus mampu menjadi anggota tim," terangnya.

Dia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti selama peserta berada di lokasi Jamnas. Peserta juga diharapkan membawa pulang pengalaman, persahabatan dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan. "Jangan pulang hanya membawa sertifikat atau foto. Pulanglah membawa sahabat dari berbagai penjuru Indonesia," tutur Suraidah.

PEMBINA PENDAMPING
Pesan khusus juga disampaikan Ketua Kwarda Pramuka Sulbar kepada para Pembina Pendamping (Bindap) yang akan mendampingi peserta.

Suraidah berharap Bindap tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengawas teknis, tetapi juga mampu menjalankan peran pembinaan secara utuh. Suraidah mengingatkan komitmen untuk melindungi, membimbing, memberi ruang dan menjadi teladan bagi para peserta.

"Peserta adalah anak-anak yang sedang belajar mandiri. Karena itu, pendamping perlu memberikan ruang kepada mereka untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan dengan bimbingan," ujarnya.

PRAMUKA INDONESIA
Menutup sambutannya, Suraidah menyampaikan pesan kepada seluruh peserta yang akan berangkat mengikuti Jamnas. Ia meminta peserta membawa identitas daerah dengan penuh kebanggaan, sekaligus membuka diri sebagai bagian dari keluarga besar Gerakan Pramuka Indonesia.

"Berangkatlah sebagai Pramuka Sulawesi Bara dan pulanglah sebagai Pramuka Indonesia yang lebih mandiri, lebih berani, lebih adaptif. Sampai Jumpa di Cibubur," imbuh dia.

Suraidah sendiri dijadwalkan bakal turut hadir di arena Jamnas XII tahun 2026 bersama jajaran Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Barat. “Insya Allah berangkat juga. Untuk memastikan delegasi kita bisa tampil maksimal di Cibubur nanti," tandasnya. (min)